PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)

VISI

MENGEMBANGKAN KEILMUAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR YANG UNGGUL, BERKARAKTER,BERBUDAYA, INOVATIF SERTA MAMPU BERKOMPETISI DALAM PENGEMBANGAN IPTEKS DI TINGKAT NASIONAL DAN GLOBAL PADA TAHUN 2045

MISI

  • MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN BERORIENTASI PADA KEUNGGULAN DAN INOVASI UNTUK MENGHASILKAN CALON GURU SEKOLAH DASAR YANG BERKARAKTER PANCASILA DAN BERDAYA SAING NASIONAL DAN INTERNASIONAL

  • MENYELENGGARAKAN PENELITIAN UNTUK MENGEMBANGKAN INOVASI PENDIDIKAN, PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN SEKOLAH DASAR (SD) YANG UNGGUL BERBASIS ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN SENI SECARA PROFESIONAL UNTUK MEMECAHKAN MASALAH PENDIDIKAN SD MELALUI RISET UNGGULAN ATAU RISET KOLABORATIF

  • MELAKSANAKAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERBASIS PADA PENERAPAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI DAN BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN MUTU LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR.

  • MEMBANGUN KEMITRAAN STRATEGIS DI TINGKAT LOKAL, NASIONAL, DAN INTERNASIONAL DALAM PENINGKATAN KUALIFIKASI, KOMPETENSI DAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR (SD) SECARA BERKELANJUTAN.

  • MENYELENGGARAKAN TATA KELOLA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR SECARA KREDIBEL, TRANSPARAN, AKUNTABEL, BERTANGGUNG JAWAB, DAN ADIL MENGACU PADA KEBIJAKAN NASIONAL.

an abstract photo of a curved building with a blue sky in the background

Seminar Nasional PGSD Universitas PGRI Pontianak

Dorong Pembelajaran Matematika yang Bermakna di Sekolah Dasar

Matematika Bukan Sekadar Berhitung

Seminar Nasional PGSD Universitas PGRI Pontianak Dorong Pembelajaran Matematika yang Bermakna di Sekolah Dasar

PONTIANAK — Kemampuan berhitung selama ini kerap dianggap sebagai inti pembelajaran matematika di sekolah dasar. Namun, paradigma tersebut dinilai tidak lagi memadai. Matematika perlu dikembalikan pada hakikatnya sebagai sarana membangun kemampuan memahami, bernalar, memecahkan masalah, serta menggunakan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Gagasan inilah yang mengemuka dalam Seminar Nasional “Transformasi Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar: Inovasi, Literasi Numerasi, dan Penguatan Perspektif Multikultural” yang digelar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Pontianak, Kamis, 10 September 2026.

Seminar yang berlangsung secara daring melalui Zoom dan kanal YouTube tersebut diikuti 396 peserta dari 19 provinsi, 59 kabupaten/kota, dan 63 institusi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi akademik antara Program Studi PGSD Universitas PGRI Pontianak, Universitas Hamzanwadi, dan Universitas Bengkulu.

Pergeseran paradigma yang dibahas menempatkan pembelajaran matematika bukan sebagai kegiatan menghafal rumus atau mengikuti prosedur penyelesaian soal semata. Peserta didik justru diberi ruang untuk memahami konsep, menjelaskan proses berpikir, memilih strategi penyelesaian, serta menghubungkan pengetahuan matematika dengan situasi yang mereka temui sehari-hari. Dengan orientasi tersebut, kemampuan numerasi tidak berhenti pada operasi hitung, melainkan berkembang menjadi kecakapan menggunakan matematika secara fungsional dalam berbagai konteks.

Gagasan tersebut dielaborasi oleh tiga narasumber dari perspektif yang saling melengkapi. Dr. Hodiyanto, M.Pd. dari Universitas PGRI Pontianak, melalui materi “Transformasi dan Inovasi Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar di Era Digital”, menekankan bahwa teknologi semestinya tidak sekadar menjadi alat bantu, melainkan bagian dari pengalaman belajar yang aktif, adaptif, dan interaktif sesuai karakteristik peserta didik masa kini.

Dr. Iwan Usma Wardani, M.Pd. dari Universitas Hamzanwadi, dalam materi “Reorientasi Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar untuk Penguatan Literasi Numerasi”, menyoroti perlunya pembelajaran yang bermakna. Sesuai kerangka acuan yang dirumuskan sebagai “Penguatan Literasi Numerasi melalui Pembelajaran Matematika yang Bermakna”, peserta didik diarahkan untuk memahami bukan hanya jawaban, tetapi juga alasan, proses, dan konteks penggunaan konsep matematika dalam kehidupan.

Sementara itu, Dr. Bambang Parmadi, M.Sn. dari Universitas Bengkulu, melalui materi “Pengembangan Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Berbasis Perspektif Multikultural”, memperluas cakupan pembahasan dengan menempatkan keberagaman latar belakang budaya dan konteks sosial peserta didik sebagai kekuatan dalam merancang pembelajaran yang inklusif dan relevan.

Ketiga perspektif tersebut bermuara pada satu pesan yang sama, yakni pembelajaran matematika sekolah dasar harus terus bertransformasi. Inovasi digital, penguatan literasi numerasi yang bermakna, dan sensitivitas terhadap keberagaman peserta didik menjadi tiga dimensi yang saling terhubung untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan tuntutan zaman.

Melalui forum ini, Program Studi PGSD Universitas PGRI Pontianak berharap gagasan tersebut tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjelma menjadi praktik pembelajaran yang diterapkan di ruang-ruang kelas. Dengan demikian, matematika diharapkan tumbuh bukan sebagai pelajaran yang menakutkan atau sekadar deretan angka, melainkan sebagai sarana berpikir yang membekali peserta didik menghadapi kehidupan nyata.